Sosialisasi Dan Pembentukan Kepribadian
a. Sosialisasi
1. Pengertian Sosialisasi
Sosiologi adalah proses pembelajaran seseorang di
tempat yang baru untuk mengetahui dan menerapkan kebudayaan masyarakat di suatu
lingkungan.
2. Tujuan Sosialisasi
a. Untuk
dapat mengetahui niloai dan norma yang berlaku di dalam sebuah masyarakat.
b. Untuk
dapat lebih memahami lingkungan social budaya suatu kelompok masyarakat.
c. Untuk
memahami kondisi lingkungan alam sekitar.
d. Untuk
mengetahui kondisi lingkungan social yang terkait dengan aktivitas pribadinya.
3. Indikasi Keberhasilan Sosialisasi
a. Meningkatnya status dan peran social
seseorang.
b. Segera dapat
beradaptasi dengan lingkungan baik social maupun fisik.
c. Diakui dan terintegrasi secara kuat
dengan masyarakat setempat dalam aktivitas kemasyarakatan.
d. Timbul
ketentraman dalam pergaulan dan berkarier karena memiliki banyak relasi.
4. Bentuk
dan Tahapan Sosialisasi
Menurut
Peter L. Berger sosialisasi
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi skunder.
Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang pertama kali dialami oleh setiap
individu,misalnya sosialisasi yang terjadi didalam keluarga. Sosialisasi
skunder adalah sosialisasi yang dialami
di luar lingkungan keluarga.
Bentuk-bentuk
sosialisasi akan berlangsung melalui beberapa tahap sebagai berikut.
a. Masa
anak-anak
Seseorang
mulai belajar dengan cara meniru perilaku dan tindakan serta pembicaraan
anggota keluarga. Tahap meniru ini oleh George
Herbert Mead sering disebut preparatory
stage. Seseorang mulai mengenal
lingkungan lebih luas melalui teman sepermainan, sehingga mulai mengenal dan
bermain peran atau meniru segala tingkah dan pola perilaku dari seseorang tokoh
yang diidolakan.
b. Masa
remaja
Tahapan
ini disebut tahap game stage. Masa ini di sebut masa puber, yaitu mulainya
tumbuh dan berkembangnya cirri fisik dan fungsi seksualitas.
c. Masa
Dewasa
Pada
masa ini, perkembangan proses sosialisasi mengalami titik klimaks. Proses
sosialisasi cenderung pada penyesuaian diri yang disebut generalized other.
Seorang individu juga sudah mulai mendapat status dan peran di lingkungannya
sehingga dituntut untuk bertanggung jawab atas kewajiban status dan perannya.
5. Faktor yang Mempengaruhi
Proses Sosialisasi
a. Faktor
Intrinsik
factor
intrinsic yaitu factor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri.
Factor ini diperoleh individu dari warisan biologis atau dikenal dengan
pembawaan dan meliputi tingkat kecerdasan atau IQ, bakat, postur tubuh dan
golongan darah.
b.
Faktor Ekstrinsik
factor
ekstrinsik yaitu segala factor yang berasal dari luar individu yang berupa
lingkungan social budaya di mana seseorang individu hidup dan melaksanakan
pergaulan. Factor ini meliputi lingungan pendidikan, pekerjaan, masyarakat dan
pergaulan.
6. Media Sosialisasi
Proses sosialisasi berlangsung terus-menerus
sejak individu seseorang lahir hingga akhir hayatnya. Media sosialisasi
merupakan sarana bagi seseorang individu untuk belajar berinteraksi sehingga
individu mengenal system tata kelakuan hubungan dalam lingkungan masyarakat.
Media sosialisasi antara lain sebagai berikut.
a. Keluarga
keluarga
merupakan media sosialisasi paling awal. Sejak seseorang dilahirkan sudah
berinteraksi dengan anggota keluarganya dan juga mendapatkan perlindungan dan
bantuan. Orang tua memiliki peran sangat penting dan vital dalam membentuk pola
perilaku dan kepribadian seseorang anak sejak ia dilahirkan. Peran orang tua dalam
media sosialisasi adalah.
1) Menanamkan kedisiplinan dan ketertiban pola hidup sehingga
terbentuk pola perilaku, watak, dan kepribadian anak.
2) Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar sehingga anak
tidak merasa tertekan jiwanya.
3) Mengajarkan agar anak dapat membedakan antara perilaku benar dan
salah.
4) Memberikan teladan perilaku yang baik sesuai dengan nilai dan norma
yang berlaku di dalam masyarakat.
Bila
didapati kondisi anak yang berbeda dengan hal-hal dimuka, mungkin disebabkan
oleh beberapa factor berikut.
1) Sikap orang tua yang terlalu sibuk dengan urusannya sendiri
sehingga tidak memperhatikan keadaan anaknya.
2) Terkadang orang tua terlalu otoriter dan kejam ataupin sering
memaksa dan memberikan sanksi yang berat sehingga membuat jiwa anak menjadi
tertekan.
Sosialisasi
dalam keluarga dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu:
1) Sosialisasi represif ( repressive socialization ), yaitu
prosessosialissi yang mengutamakan ketaatan anak terhadap orang tuanya. Proses
tersebut di tandai dengan hal-hal berikut.
a) Memberi
hukuman kepada anak yang berbuat salah.
b) Memberikan
imbalan material.
c) Menimbulkan kepatuhan anak terhadap orang tua.
d) Pola
komunikasi instruktif atau perintah.
e) Komunikasi
bersifat nonverbal.
f) Anak selalu
memerhatikan dan memenuhi kehendak orang tuanya.
g) Keluarga bersifat participatory
socialization (dominasi orang tua lebih kuat dan nyata).
2) Sosialisasi partisipasi (participatory
socialization), yaitu proses sosialisasi yang melibatkan partisipasi anak.
Proses tersebut di tandai dengan hal-hal berikut.
a) Memberi hadiah kepada anak yang berbuat baik.
b) Sanksi bersifat simbolis.
c) Anak diberikan otonomi.
d) Pola komunikasi interaktif.
e) Komunikasi bersifat interaktif.
f) Sosialisasi berpusat pada anak.
g) Orang tua memerhatikan dan memenuhi kebutuhan
anak.
h) Keluarga merupakan generalized order (kerja sama kea rah tujuan).
b. Kelompok
Bermain (peer group)
kelompok bermain
bagi anak-anak adalah taman tetangga, saudara dan kerabat. Bagi keluarga yang
mampu akan memasukan anaknya kesebuah kelompok bermain yang dikenal dengan play group. Kelompok bermain akan
berkembang menjadi persahabatan , persahabatan itu menimbulkan sebuah kelompok
remaja yang sering disebut geng. Dari geng-geng itu mungkin akan muncul tauran
antar geng dan menyalahgunakan miras dan juga narkoba itu adalah kelompok anak
remaja yang berperilaku negative. Ada juga kelompok remaja yang mengembangkan
dasar-dasar kepribadian yang positif, antara lain.
1) Mengembangkan keterampilan berorganisasi
dan kepemimpinan, misalnya Pramuka, Sapala, Mapala, Karang taruna dll.
2) Menumbuhkan rasa kesetiakawanan social,
misalnya PMR dan PMI.
3) Menumbuhkan rasa solidaritas kelompok.
4) Menumbuhkan semangat patriotism.
5) Menumbuhkan rasa aman dan percaya diri.
6) Merangsang kemandirian.
7) Wahana penyaluhan emosi dan bakat.
8) Mematangkan kedewasaan.
c. Lingkungan sekolah
Lingkungan
sekolah adalah sebuah wahana diselenggarakan pendidikan formal bagi anak didik
guna memperoleh bekal kelak di kemudian hari setelah ia tidak lagi tergantung
pada orang tuanya. Menurut Horton,
fungsi lembaga pendidikan formal antara lain ialah sebagai berikut.
1) Merupakan
modal dalam memilih dan menentukan pekerjaan dan mata pencaharian.
2) Sebagai wahana pengembangan potensi demi
pemenuhan kebutuhan pribadi dan pengembangan masyarakat.
3) Sebagai wahana pelestarian budaya.
4) Sebagai wahana pematangan kepribadian.
d. Lingkungan
kerja
Seseorang yang bekerja dalam sebuah lingkungan kerja niscaya akan
memiliki endapan-endapan pengalaman yang mengkristal dan kemudian muncul
sebagai sebuah bentuk pola perilaku sehari-hari yang akan berkembang menjadin
kepribadian yang akan sulit sekali berubah.
e. Media
massa
Media massa terdiri
atas media cetak dan media elektronik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar