Jumat, 08 Juni 2012

Sosialisasi Dan Pembentukan Kepribadian


Sosialisasi Dan Pembentukan Kepribadian


a. Sosialisasi

        1.     Pengertian Sosialisasi
Sosiologi adalah proses pembelajaran seseorang di tempat yang baru untuk mengetahui dan menerapkan kebudayaan masyarakat di suatu lingkungan.

        2.     Tujuan Sosialisasi
a.     Untuk dapat mengetahui niloai dan norma yang berlaku di dalam sebuah masyarakat.
b.     Untuk dapat lebih memahami lingkungan social budaya suatu kelompok masyarakat.
c.     Untuk memahami kondisi lingkungan alam sekitar.
d.     Untuk mengetahui kondisi lingkungan social yang terkait dengan aktivitas pribadinya.

        3.     Indikasi Keberhasilan Sosialisasi
                a.             Meningkatnya status dan peran social seseorang.
             b.     Segera dapat beradaptasi dengan lingkungan baik social maupun fisik.
                 c.             Diakui dan terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam aktivitas kemasyarakatan.
                d.     Timbul ketentraman dalam pergaulan dan berkarier karena memiliki banyak relasi.



        4.     Bentuk dan Tahapan Sosialisasi
                        Menurut Peter L. Berger sosialisasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi skunder. Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang pertama kali dialami oleh setiap individu,misalnya sosialisasi yang terjadi didalam keluarga. Sosialisasi skunder adalah  sosialisasi yang dialami di luar lingkungan keluarga.
                Bentuk-bentuk sosialisasi akan berlangsung melalui beberapa tahap sebagai berikut.

                a.     Masa anak-anak
                        Seseorang mulai belajar dengan cara meniru perilaku dan tindakan serta pembicaraan anggota keluarga. Tahap meniru ini oleh George Herbert Mead sering disebut preparatory stage.  Seseorang mulai mengenal lingkungan lebih luas melalui teman sepermainan, sehingga mulai mengenal dan bermain peran atau meniru segala tingkah dan pola perilaku dari seseorang tokoh yang diidolakan.

                b.     Masa remaja
                        Tahapan ini disebut tahap game stage. Masa ini di sebut masa puber, yaitu mulainya tumbuh dan berkembangnya cirri fisik dan fungsi seksualitas.

                c.     Masa Dewasa
                        Pada masa ini, perkembangan proses sosialisasi mengalami titik klimaks. Proses sosialisasi cenderung pada penyesuaian diri yang disebut generalized other. Seorang individu juga sudah mulai mendapat status dan peran di lingkungannya sehingga dituntut untuk bertanggung jawab atas kewajiban status dan perannya.

5.     Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi
                a.     Faktor Intrinsik
                        factor intrinsic yaitu factor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Factor ini diperoleh individu dari warisan biologis atau dikenal dengan pembawaan dan meliputi tingkat kecerdasan atau IQ, bakat, postur tubuh dan golongan darah.

                b.     Faktor Ekstrinsik
                    factor ekstrinsik yaitu segala factor yang berasal dari luar individu yang berupa lingkungan social budaya di mana seseorang individu hidup dan melaksanakan pergaulan. Factor ini meliputi lingungan pendidikan, pekerjaan, masyarakat dan pergaulan.

6.     Media Sosialisasi
                Proses sosialisasi berlangsung terus-menerus sejak individu seseorang lahir hingga akhir hayatnya. Media sosialisasi merupakan sarana bagi seseorang individu untuk belajar berinteraksi sehingga individu mengenal system tata kelakuan hubungan dalam lingkungan masyarakat. Media sosialisasi antara lain sebagai berikut.



        a.     Keluarga
                keluarga merupakan media sosialisasi paling awal. Sejak seseorang dilahirkan sudah berinteraksi dengan anggota keluarganya dan juga mendapatkan perlindungan dan bantuan. Orang tua memiliki peran sangat penting dan vital dalam membentuk pola perilaku dan kepribadian seseorang anak sejak ia dilahirkan. Peran orang tua dalam media sosialisasi adalah.
1)  Menanamkan kedisiplinan dan ketertiban pola hidup sehingga terbentuk pola perilaku, watak, dan kepribadian anak.
2)  Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar sehingga anak tidak merasa tertekan jiwanya.
3)  Mengajarkan agar anak dapat membedakan antara perilaku benar dan salah.
4)  Memberikan teladan perilaku yang baik sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.

     Bila didapati kondisi anak yang berbeda dengan hal-hal dimuka, mungkin disebabkan oleh beberapa factor berikut.
1)  Sikap orang tua yang terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sehingga tidak memperhatikan keadaan anaknya.
2)  Terkadang orang tua terlalu otoriter dan kejam ataupin sering memaksa dan memberikan sanksi yang berat sehingga membuat jiwa anak menjadi tertekan.

     Sosialisasi dalam keluarga dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu:
1)  Sosialisasi represif ( repressive socialization ), yaitu prosessosialissi yang mengutamakan ketaatan anak terhadap orang tuanya. Proses tersebut di tandai dengan hal-hal berikut.
     a) Memberi hukuman kepada anak yang berbuat salah.
b) Memberikan imbalan material.
c) Menimbulkan kepatuhan anak terhadap orang tua.
d) Pola komunikasi instruktif atau perintah.
e) Komunikasi bersifat nonverbal.
f) Anak selalu memerhatikan dan memenuhi kehendak orang tuanya.
g) Keluarga bersifat participatory socialization (dominasi orang tua lebih kuat dan nyata).
              2)  Sosialisasi partisipasi (participatory socialization), yaitu proses sosialisasi yang melibatkan partisipasi anak. Proses tersebut di tandai dengan hal-hal berikut.
                   a) Memberi hadiah kepada anak yang berbuat baik.
                   b) Sanksi bersifat simbolis.
                   c) Anak diberikan otonomi.
                   d) Pola komunikasi interaktif.
                   e) Komunikasi bersifat interaktif.
                   f) Sosialisasi berpusat pada anak.
                   g) Orang tua memerhatikan dan memenuhi kebutuhan anak.
                   h) Keluarga merupakan generalized order (kerja sama kea rah tujuan).

b.    Kelompok Bermain (peer group)
kelompok bermain bagi anak-anak adalah taman tetangga, saudara dan kerabat. Bagi keluarga yang mampu akan memasukan anaknya kesebuah kelompok bermain yang dikenal dengan play group. Kelompok bermain akan berkembang menjadi persahabatan , persahabatan itu menimbulkan sebuah kelompok remaja yang sering disebut geng. Dari geng-geng itu mungkin akan muncul tauran antar geng dan menyalahgunakan miras dan juga narkoba itu adalah kelompok anak remaja yang berperilaku negative. Ada juga kelompok remaja yang mengembangkan dasar-dasar kepribadian yang positif, antara lain.
                1)     Mengembangkan keterampilan berorganisasi dan kepemimpinan, misalnya Pramuka, Sapala, Mapala, Karang taruna dll.
                2)     Menumbuhkan rasa kesetiakawanan social, misalnya PMR dan PMI.
                3)     Menumbuhkan rasa solidaritas kelompok.
                4)     Menumbuhkan semangat patriotism.
                5)     Menumbuhkan rasa aman dan percaya diri.
                6)     Merangsang kemandirian.
                7)     Wahana penyaluhan emosi dan bakat.
                8)     Mematangkan kedewasaan.

c.    Lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah adalah sebuah wahana diselenggarakan pendidikan formal bagi anak didik guna memperoleh bekal kelak di kemudian hari setelah ia tidak lagi tergantung pada orang tuanya. Menurut Horton, fungsi lembaga pendidikan formal antara lain ialah sebagai berikut.
1)     Merupakan modal dalam memilih dan menentukan pekerjaan dan mata pencaharian.
2)     Sebagai wahana pengembangan potensi demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan pengembangan masyarakat.
3)     Sebagai wahana pelestarian budaya.
4)     Sebagai wahana pematangan kepribadian.

d.    Lingkungan kerja
       Seseorang yang bekerja dalam sebuah lingkungan kerja niscaya akan memiliki endapan-endapan pengalaman yang mengkristal dan kemudian muncul sebagai sebuah bentuk pola perilaku sehari-hari yang akan berkembang menjadin kepribadian yang akan sulit sekali berubah.

e.         Media massa
                        Media massa terdiri atas media cetak dan media elektronik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar